dzikir nabi ibrahim alaihissalam khalilullah - dibaca pagi & petang



فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ. وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ. Surah 30: Ar-Rum Ayat 17-19 “Maka Maha Suci Allah SWT mulai sore hari hingga malam hari. Dan milik-Nya lah segala puji disetiap tingkatan-tingkatan langit dan bumi sepanjang petang dan ketika kalian dimunculkan. Allah SWT mengeluarkan dari yang mati, mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan, dan menghidupkan bumi setelah kematiannya, dan demikianlah mereka akan dikeluarkan kelak di hari Kiamat.” Berkata Ibn Abbas ra dari Rasulullah saw: “Barangsiapa yang berkata dipagi hari: “FASUBHANALLAHI HIINA TUMSIY… (QS Arrum 17-18), maka Allah akan mengembalikan apa-apa yang hilang darinya dihari itu, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka Allah akan mengembalikan apa-apa yg hilang darinya di malam hari (hilang darinya bisa berupa pahala yg tercabut, rizki yg tertahan dll) (HR Abu Dawud) Nabi Ibrahim AS diberi gelar Kholil Ar-Rahman karena selalu membaca ayat-aat ini 3 kali setiap pagi dan petang. Surat Ar-Rum ayat 17-18 menyebutkan waktu untuk bertasbih; tumsuna pada solat asar; tushbihuna pada solat shubuh; ’asyiyyan pada sholat maghrib dan ‘isya; dan tuzhhiruna pada sholat Zuhur. Surat Ar-Rum ayat 19 dapat ditafsirkan bahwa terdapat siklus kehidupan; hati ini bisa terbolak-balik; iman bisa datang dari kufr dan sebaliknya; hati yang telah mati dapat kembali kepada cahaya yaitu dengan mengingat Allah.

No comments