dzikir selamat dari sengatan ular dan kalajengking - dibaca pagi & petang



سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ. إِنَّا كَذَلِكَ نُجْزِي الْمُحْسِنِيْنَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْن Surah 37:Al-Saffat Ayat 79-81 “Salam sejahtera atas Nabi Nuh dialam semesta. Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kemuliaan kepada orang-orang yang beramal baik. Dan sungguh Nabi Nuh as itu adalah di antara hamba- hamba kami yang beriman.” Barangsiapa yang berkata: salamun ala nuhin fil alamiin…dst, maka ia tak akan disengat kalajengking dan ular” (Alkassyaaf wal bayaan lil Imam Attsa’labiy). Menurut Syeikh Hamzah Yusuf Surat As-Saffat: 79-81 yang menerangkan tentang kejadian pada masa Nabi Nuh As juga dapat dianalogikan pada masa kita saat ini. Dahulu Nabi Nuh AS diuji dengan hinaan dari kaumnya lalu mempersiapkan bahtera guna menyelamatkan diri dari banjir besar. Kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW pada akhir zaman ini pun sedang mempersiapkan bahtera kita dengan amalan-amalan untuk menghadapi bencana (banjir). Di mana ketika kita mulai berbicara tentang kebenaran maka orang lain pun mulai mentertawakanmu; ketika kita mulai mempersiapkan perahu (amal ibadah) kita untuk akhirat maka orang-orang mulai mentertawakan dan mengira kita bodoh. Bahkan ada orang-orang muslim yang menganggap kita bodoh karena percaya kepada akhirat-walaupun sebenarnya merekapun percaya akan akhirat- tetapi jika keadaannya demikian, hal ini menyiratkan bahwa sesungguhnya mereka tidak siap dengan adanya kebenaran akhirat. Namun Allah lah yang akan menyelamatkan orang-orang yang ihsan dari bencana tersebut.


No comments