sholawat badawiyah kubro (nuroniyah / qobdloh) - nonstop 100x


Shalawat Badawiyah Kubro / Nuraniyah / Qobdloh اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ، شَجَرَةِ الْأَصْلِ النُّوْرَانِيَّةِ، وَلَمْعَةِ الْقَبْضَةِ الرَّحْمَانِيَّةِ، وَأَفْضَلِ الْخَلِيْقَةِ الإِنْسَانِيَّةِ، وَأَشْرَفِ الصُّوْرَةِ الْجِسْمَانِيَّةِ، وَمَعْدِنِ الْأَسْرَارِ الرَّبَّانِيَّةِ، وَخَزَائِنِ الْعُلُوْمِ الْإِصْطِفَائِيَّةِ، صَاحِبِ الْقَبْضَةِ الْأَصْلِيَّةِ، وَالْبَهْجَةِ السَّنِيَّةِ، وَالرُّتْبَةِ الْعَلِيَّةِ، مَنِ انْدَرَجَتِ النَّبِيُّوْنَ تَحْتَ لِوَائِهٖ فَهُمْ مِنْهُ وَإِلَيْهِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلِيْهِ وَعَلَى آلِهٖ وَصَحْبِهٖ، عَدَدَ مَا خَلَقْتَ وَرَزَقْتَ وَأَمَتَّ وَأَحْيَيْتَ إِلَى يَوْمِ تَبْعَثُ مَنْ أَفْنَيْتَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Ya Allah, bershalawatlah, bersalamlah, dan berkatilah sayyidina wa maulana Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, pohon sumber cahaya, kilatan sentuhan kasih sayang, seutama-utamanya manusia, semulia-mulianya bentuk jasad, tempat mendulang rahasia-rahasia ketuhanan, khazanah ilmu-ilmu pilihan, pemilik sentuhan universal, kebanggaan yang agung, derajat keudukan yang tinggi di mana para nabi bergabung di bawah benderanya, mereka bersumber darinya dan akan kembali (berlindung) kepadanya. Dan bershalawatlah, bersalamlah, dan berkatilah beliau, dan kepada keluarga dan para sahabat beliau sebanyak bilangan makhluk yang telah Engkau ciptakan, lalu engkau beri rizki, lalu Engkau matikan dan Engkau hidupkan hingga hari di mana Engkau membangkitkan kembali makhluk yang telah Engkau hancurkan, dan bersalamlah dengan salam yang sebenar-benarnya, dan Segala pujia bagi Allah Tuhan semesta alam. FADHILAH "Sebagian ulama telah menyebutkan bahwa shalawat ini dibaca sebanyak 7 x setiap kali selesai shalat, dan sesungguhnya setiap 100 x bacaan dari shalawat tersebut sebanding dengan 33 bacaan kitab shalawat Dalailul Khairat." (Sayyidi as-Syaikh Ahmad Ash-Shawi) "shalawat yang dinisbatkan kepada al-Quthbil Kaamil Sayyidid As-Syaikh Ahmad al-Badawi Radhiyallahu 'Anhu merupakan sebab atau piranti untuk memperoleh banyak pencerahan dan tersingkapnya banyak asrar atau rahasia-rahasia ketuhanan" (Al-'Allamah As-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Syafi'iyah di Makkah Musyarafah, di dalam kitab Majmu'ah-nya) "Shalawat Nuraniyah di atas merupakan di antara sekian shalawat yang bisa menjadi penyebab utama untuk berjumpa dengan kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di dalam mimpi dan dalam keadaan sadar atau terjaga. Dan shalawat Nuraniyah ini menjadi sebab pula dalam kaitannya sebagai tangga yang telah dijadikan alat menapak orang-orang yang sampai pada derajat quthub. Dan di dalamnya terkandung asrar atau rahasia-rahasia untuk mempermudah rizki materi, rizki bathin, yaitu rizki spriitual, ilmu-ilmu dan makrifat yang dengan ilmu itu kita dapat mengalahkan nafsu, syaithan, dan seluruh musuh, dan shalawat Nuraniyah memiliki khasiat yang banyak sekali yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwasanya membaca shalawat Nuraniyah sebanyak 3 kali sama nilainya dengan membaca satu kali kitab Dalail al-Khairat." (Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, kitab Afdhalush Shalawat 'Alaa Sayyidis Saadaat) "Seyogyanya bagi orang yang mengamalkannya mampu menghadirkan cahaya-cahaya dan keagungan kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di dalam qalbunya, memikirkan bahwasanya beliau merupakan as-sabab al-a'dzam dalam mencapai setiap kebaikan sert perantara dan nur agung. Dan janganlah membacanya kecuali dalam keadaan suci lahir batin. Barangsiapa yang mendawamkan atau mengistiqamahkan diri untuk mengamalkannya dengan menetapi persyaratan ini setiap hari sebanyak 100 kali dan ia lakukan selama 40 hari secara istiqamah terus-menerus, maka dengan izin Allah ia akan mendapakan cahaya-cahaya dan kebaikan-kebaikan yang ia sendiri tidak akan mampu mengetahui nilainya kecuali hanya Allah t'ala semata, dan barangsiapa yang bersedia senantiasa mengamalkannya secara istiqamah setiap hari sebanyak 3 kali setelah shalat subuh, dan 3 kali setelah shalat maghrib, maka ia akan melihat asrar atau rahasia-rahasia yang melimpah ruah. Wallaahul Muwafiq Lish Shawab." (Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, kitab Afdhalush Shalawat 'Alaa Sayyidis Saadaat) Sholawat ini diciptakan oleh seorang Wali Agung bernama As-Sayyid Al-Quthb Al-Kamil As-Syaikh Ahmad Al-Badawi Al-Huseini R.a, seorang dari keturunan Rasulullah SAW.Oleh para sufi beliau dijuluki Permata Cemerlang dari Perbendaharaan Ahlul Bayt.Ia bertugas sebagai guru dan pendakwah dikalangan petani didaerah pedalaman. Syaikh Ahmad Badawi keturunan Rasulullah SAW melalui sayyidina Husein RA.Pihak ibunya juga keturunan Rasulullah SAW.Nenek dari pihak ibunya adalah keturunan raja yang pernah memerintah maroko.Waliyullah yang dilahirkan pada 596 H di Fez, Maroko ini meninggal dunia pada selasa 12 Rabiul Awal 675 H dalam usia 79 tahun di kota Tantha atau Tanandhita.

No comments