PERINGATAN !!!
Iklan yang muncul tergantung minat pengunjung atau karena riwayat situs lain yang pernah dikunjungi. SELENGKAPNYA

KEAJAIBAN WIRID SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI: WAKTU RAHASIA ANTARA SHALAT QOBLA SHUBUH DAN FARDHU SHUBUH! - subhana man ta'azaza bil azhomah


Wirid merupakan rangkaian doa atau dzikir yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu wirid yang sangat dikenal adalah Wirid Syeikh Nawawi Al-Bantani. Wirid ini dianjurkan untuk dibaca antara shalat qobla shubuh dan shalat fardhu shubuh.

 

Dalam wirid ini, terdapat serangkaian ungkapan keagungan dan kesucian Allah SWT yang sangat memukau. Setiap kalimatnya dipenuhi dengan makna yang dalam dan mengajak manusia untuk merenungkan kebesaran serta kekuasaan-Nya. Wirid ini bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecintaan dan pengagungan seorang hamba kepada Tuhannya.

 

Salah satu bagian dari wirid ini mengandung ungkapan tentang kebesaran Allah SWT yang tidak terbatas oleh waktu dan ruang. Dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang menjadi mulia dengan keagungan", kita diingatkan akan kebesaran-Nya yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Begitu pula dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang mampu membinasakan dengan penuh kebesaran", kita diajak untuk mengakui bahwa segala yang ada di alam semesta ini berada di bawah kekuasaan-Nya yang mutlak.

 

Wirid ini juga mengajak untuk merenungkan tentang sifat wahdaniyah Allah SWT. Dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang menyendiri dengan sifat wahdaniyah", kita diingatkan akan keesaan-Nya yang tidak tergantikan oleh siapapun juga. Allah adalah satu-satunya yang layak untuk disembah dan diperibadikan.

 

Selain itu, wirid ini juga mengandung pengakuan akan ketidakmampuan manusia dan kebesaran Allah SWT. Dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang terhalangi oleh cahaya", kita diingatkan akan keagungan-Nya yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. Kita sebagai hamba hanya bisa mengakui kebesaran-Nya tanpa mampu memahami sepenuhnya.

 

Melalui wirid ini, kita juga diajak untuk merenungkan tentang permulaan dan akhir dari segala sesuatu. Dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang Maha-awal dan menjadi permulaan", kita diingatkan akan keesaan-Nya yang abadi dan tanpa awal. Begitu pula dalam kalimat "Maha-suci Dzat yang Maha-akhir dan mensirnakan", kita diajak untuk mengakui bahwa segala sesuatu akan kembali kepada-Nya di akhirat kelak.

 

Dengan demikian, Wirid Syeikh Nawawi Al-Bantani bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata yang diucapkan secara rutin, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Melalui wirid ini, kita diajak untuk mengingat dan mengakui kebesaran serta keesaan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita.

Tidak ada komentar