PERINGATAN !!!
Iklan yang muncul tergantung minat pengunjung atau karena riwayat situs lain yang pernah dikunjungi. SELENGKAPNYA

tasbih nabi daniel alaihissalam


Di balik kisah-kisah para nabi yang menjadi cahaya bagi umat manusia, tersembunyi pelajaran berharga tentang keagungan Allah dan keutamaan istighfar. Salah satu kisah yang memikat hati adalah tentang Nabi Yahya alaihis salam yang melewati kuburan Nabi Danial alaihis salam.

 

Pada suatu hari, Nabi Yahya alaihis salam mendengar suara dzikir yang memenuhi kuburan tersebut:

 

سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْقُدْرَةِ وَالْبَقَاءِ, وَقَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ

SUBHAANA MAN TA-‘AZZAZA BILQUDROTI WAL BAQOO’, WA QOHAROL ‘IBAADA BIL MAUUT

Maha Suci Allah yang Maha Agung dengan Kekuasaan dan Kekalannya, dan menggagahi makhluq-Nya dengan kematian

 

Imam Abdurrahman as-Shafhuriy rahimahullah meriwayatkan bahwa siapa pun yang membaca dzikir ini sekali, langit dan bumi akan mendoakan istighfar untuknya. Ini menegaskan bahwa kekuatan dzikir dan istighfar memiliki dampak yang sangat besar di sisi Allah.

 

Kisah ini juga menyoroti kebijaksanaan dan kearifan Nabi Danial. Meskipun bukan seorang rasul, namun beliau memahami tafsir yang mendalam dan dikenal sebagai ahli hikmah di zamannya. Di tengah kekuasaan Nebuchadnezzar dari Babilon, Nabi Danial tetap teguh dalam keyakinannya dan menjadi teladan bagi umatnya.

 

Keberadaan kuburan Nabi Danial sendiri menjadi titik fokus perhatian. Saat Abu Musa al-As'ariy radhiyallahu anhu menaklukkan kota Susa di wilayah Khuzestan, ia menemukan mausoleum megah yang dianggap sebagai kuburan Nabi Danial. Penduduk setempat bahkan percaya bahwa atap mausoleum tersebut dapat membuka pintu langit untuk turunnya hujan.

 

Namun, kebijaksanaan Abu Musa al-As'ariy radhiyallahu anhu mengubah perspektif tentang keberadaan kuburan itu. Setelah menemukan jasad Nabi Danial, Abu Musa menyampaikan temuannya kepada Sayidina Umar bin Khattab radhiyallahu anhu. Umar bin Khattab segera menginstruksikan agar Nabi Danial dikebumikan dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam, dan harta yang ditemukan bersamanya diserahkan kepada Baitul Mal kaum Muslimin.

 

Detail dari penemuan tersebut menggambarkan keagungan dan kebesaran Nabi Danial, seperti peti perak dan kain kafan dari rajutan emas. Bahkan, panjang kuburannya sendiri menjadi bukti akan kehormatan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang setia.

 

Kisah ini menegaskan bahwa kebesaran seseorang tidak dilihat dari kemegahan makamnya, namun dari kebijaksanaan, keteguhan iman, dan kepatuhan kepada ajaran Allah. Kuburan Nabi Danial yang pada awalnya menjadi pusat perhatian, akhirnya menjadi tempat yang tenang dan tidak diketahui oleh banyak orang.

 

Dalam kehidupan ini, kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan. Namun, seperti Nabi Danial, kita harus tetap teguh dalam keyakinan, bijaksana dalam tindakan, dan selalu ingat akan kebesaran Allah. Dengan demikian, kita dapat menemukan kedamaian sejati, bahkan di tengah-tengah kegelapan dan kebingungan dunia ini.


Tidak ada komentar