amalkan doa ini 70x hari jum'at - fadhilahnya luar biasa


اَللّٰهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ، يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ، يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ، اَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنَ حَرَامِكَ، وَ بِطَاعَتِكَ عَنْ مَّعْصِيَتِكَ، وَ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ ALLOOHUMMA YAA GHONIYYU YAA HAMIID, YAA MUBDI-U YAA MU'IID, YAA ROHIIMU YAA WADUUD, AGH-NINII BIHALAALIKA 'AN HAROOMIK, WABI-THOO-'ATIKA 'AMMA'-SHIYATIK, WABIFADH-LIKA 'AMMAN SIWAAK Wahai Allah, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang Maha Terpuji, wahai Yang Maha Memulai, wahai Yang Maha Mengembalikan, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Mencintai. Cukupkanlah kami dengan yang Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan. Cukupilah kami dengan ketaatan pada-Mu dari maksiat pada-Mu, Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain-Mu Berkata sebagian orang shalih bahwa barang siapa yang dihari Jum'at membaca doa diatas 70x, Maka tidak akan terlewat darinya dua minggu kecuali Allah telah memperkaya dirinya, dan jika ia memiliki hutang maka dapat melunasinya. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban) “Kaya hati adalah merasa cukup pada segala yang engkau butuh. Jika lebih dari itu dan terus engkau cari, maka itu berarti bukanlah ghina (kaya hati), namun malah fakir (miskinnya hati).” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani) “Kaya yang terpuji adalah kaya hati, hati yang selalu merasa puas dan tidak tamak dalam mencari kemewahan dunia. Kaya yang terpuji bukanlah dengan banyaknya harta dan terus menerus ingin menambah dan terus menambah. Karena barangsiapa yang terus mencari dalam rangka untuk menambah, ia tentu tidak pernah merasa puas. Sebenarnya ia bukanlah orang yang kaya hati.” (An Nawawi rahimahullah) “Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

No comments